Santri Nasionalis Oleh Kader GmnI UINSA
Dalam Momentum Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2023
MUHAMMAD AIDIL FARADIS
Santri secara umum adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama islam di
pondok pesantren, menurut bahasa, istilah santri diambil dari bahasa Sanskerta “Sashtri” yang
artinya kitab suci, ada pula yang mengatakan kata santri berasal dari “cantrik” yang berarti
begawan atau para pembantu.
Pondok pesantren merupakan tempat para santri dapat mengembangkan karakter yang kuat,
mengasah pemahaman agama yang mendalam, serta mempersiapkan diri mereka menghadapi
tantangan dunia dengan keyakinan teguh. Seperti yang kita ketahui santri dan kiai sangat
berperan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI. Hal ini bisa di lihat dari sejarah
mempertahankan kemerdekaan indonesia. peristiwa tersebut berisi tentang perintah dari kiai
untuk para santri melakukan kewajiban berjihad untuk memperjuangkan kemerdekaan dengan
melawan penjajah yang masih berada di indonesia. Dari kronologi tersebut menunjukkan
bahwasanya santri sangat-sangat memiliki tekad dan keyakinan teguh dalam memperjuangkan
dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Perjuangan santri pada resolusi jihad merupakan bentuk nasionalisme yang sejalan dengan
pemikiran Bung Karno yaitu “My Natiolalism Is Humanity” pada pemikiran tersebut Bung
Karno mengajarkan bahwasanya tak ada artinya kebangsaan tanpa kemanusiaan. Dimensi
kemanusiaan membuat suatu bangsa tidak boleh merasa lebih hebat daripada yang lain, dan
bung karno juga mengingatkan, tanah air kita hanya sebagian kecil dari dunia. Dengan
demikian, ada dua kata kunci Bung Karno yang sangat relevan dengan perjuangan para santri
pada resolusi jihad tentang hakikat kebangsaan, yang Pertama, kebangsaan ialah kemanusiaan.
Kedua, solidaritas kebangsaan.
Nasionalisme dipahami sebagai semangat kesatuan dan kebangsaan yang berakar pada sosio
nasionalisme yang diusung oleh Bung Karno. Maka peran santri sekaligus kader GmnI
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya yang landasan agama kuat, dapat terlibat
dalam kegiatan sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui gotong
royong dan bisa menjadi agen perubahan dalam hal peningkatan pendidikan , kesehatan serta
pemberdayaan masyarakat. organisasi mahasiswa seperti GmnI dapat turut berperan dalam
mengatasi isu-isu sosial dan keadilan yang menjadi keharusan melawan gerakan separatis.