Iklan

Banner Iklan Majalah Nusantara

Elar dan Elar selatan merindukan sentuhan Bupati

Kecamatan Elar dan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur tampaknya belum masuk dalam skala prioritas pasangan Bupati Agas Andreas dan Wakil Bupati Jaghur Stefanus (paket Aset) pada APBD tahun 2021. 

Pusat perhatian untuk pembangunan Sangtlah minim dalam hal ini kesulitan akses informasi dan akses transportasi atau jalan raya antar daerah atau wilayah tersebut dengan wilayah atau daerah lain sangatlah buruk. 

Paket ASET, yang populis dengan slogan “Seber” atau sejahtera berdaya dan berbudaya, dalam sesi debat kandidat pada kontestasi pilkada 2018 lalu berkomitmen “akan” Membangun 100 Km lapen yang bersumber dari APBD dan dana Desa serta 50 Km hotmix pertahun. dan ini rekam digital media: ( https://www.nttsatu.com/cara-aset-bangun-infrastruktur-di-manggarai-timur/ ). 


Komitmen politik yang patut diapresiasi, walau dalam prakteknya sudah hampir tiga tahun memimpin komitmen tersebut masih jauh dari apa yang beliau janjikan .  apalagi jika berkaca pada data statistik, pada tahun 2017 panjang jalan di kabupaten Manggarai Timur sejumlah 1.543, 45 Km dengan klasifikasi kondisi baik sepanjang 671,06 Km, kondisi sedang 259,01 Km, kondisi rusak 197,3 Km dan kondisi rusak berat sepanjang 416,08 Km (BPS 2020).

Data di atas menunjukan bahwa aksesibilitas antar wilayah di Manggarai Timur masih sangat buruk. Dapat dipastikan lebih dari 50 % jalan memerlukan sentuhan pembangunan pemerintah. Dan memastikan terealisasinya komitmen pemerintah daerah tentu banyak strategi yang bisa digunakan, salah satunya melalui skema Pinjaman Daerah. Dulu, skema itu yang sedang dipakai pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk kepentingan belanja pembangunan infrastruktur.  Nyatanya elar Dapatnya apa Zong semuanya tidak sesuai dengan harapan.


Tentu hal ini merupakan pelanggran demokrasi yang di lakukan oleh paket aset dimana selogan dari rakyat,oleh rakyat dan untuk Rakyat ini tidak di maknai oleh paket aset faktanya jeritan masyarakat elar tidak pernah mereka dengarkan .di mana letak keadilan? potret pembangunan ini mengingatkan saya pada sebuah tulisan  romantisme yang berjudul Di mana negara? Tulisan tersebut mengingat dan mengajak masyarakat Manggarai timur untuk kembali melihat di masa Pemerintahan Gaspar Ehok di Kabupaten Manggarai. Di zaman itu, orang bisa pulang pergi Ruteng-Elar dalam waktu sehari. Kala itu, jarang ada warga yang pindah kamar tidur. Sekarang, di saat otonomi daerah dan pemerintahan sangat modern, warga di bagian Utara Kecamatan elar dan Elar Selatan seperti hidup di zaman batu. 

Zaman di mana peradaban modern belum dikenal dan negara masih bayi untuk menyebutkan belum ada. Miris mari kita bandingkan di masa sekarang secara kacamata saudara kira-kira faktor apa yang menjadi pokok persoalan apakah masyarakat elar imbas karena korban politik? Bukan kan? sebab ini negara demokrasi bukan negara milik para penabur janji manis atau karena para pemangku jabatan sedang melakukan penelitian sehingga dia lupa materi nya belom praktek di lapangan atau kah pemangku kepentingan bersifat pemimpin yg otoriter? 

Padahal kawan kawan, melihat dan membaca kondisi fisik dan geografis, dua wilayah ini merupakan lumbung semua produk ekonomis Manggarai. Kopi, padi, kemiri, kakao, dan palawija yang dikonsumsi masyarakat Ruteng dan Kupang datang dari wilayah terpinggirkan itu.

Saya pemuda Manggarai timur Yang merasa tidak puas dengan kebijakan oleh sistem yang berlaku  ini saya hanya mau bilang kalian harus bersyukur apabila masyarakat  memberikan kritikan. itu bertanda bahwa rakyat Cinta pak bupati. Juga rakyat mau bantu bapak lewat ide dan gagasan yang belom bapak praktekan. Sesuai dengan visi misinya.

 Ketika pak bupati tidak menerima kritikan itu Sama hal nya pa bupati menggali kuburnya sendiri dengan meninggalkan jejak yg kurang baik di hati dan pikirannya masyarakat apabila masa jabatan habis nanti. Kami tidak mau merasakan hal buruk ini jangan tinggalkan jejak politik yang buruk ke kami kaum milenial. To kita berkaca pada data yang fakta terjadi saat ini. (Ist)
Previous Post Next Post

Iklan Atas Postingan

Iklan Bawah Postingan

Banner Iklan Majalah Nusantara