Sampang- Suasana Desa daleman, Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi berbeda dari biasanya.
Suasana desa yang alami kini memiliki sebutan khusus.
Sebuah tulisan “Selamat Datang Di Desa Daleman kampung Nahdlotul Ulama” terpampang di pintu masuk desa sebelah selatan.
Ide ini diinisiasi para pemuda baik Pengurus Ranting NU maupun Pengurus Karang Taruna Forza Desa Daleman yang didukung penuh oleh Kepala Desa Hj. Nor Hasanh.
Ide inipun mendapatkan respons positif dari warga yang mayoritas NU. Sejumlah foto Kiai dan Tokoh Pendiri NU terpampang di ruas jalan desa.
Dalam poster tersebut disertai dengan kata bijak yang bisa memberi hikmah bagi warga sekitar dan bagi pengendara yang melintasi ruas jalan desa.
Para pemuda yang tergabung dalam Pengurus Ranting NU desa daleman dan Pengurus Karang Taruna Forza Desa Daleman berharap “Kampung NU” ini menajdi semangat untuk meneruskan dakwah para Masyayikh NU.
Para pemuda yang tergabung dalam Pengurus Ranting NU desa daleman dan Pengurus Karang Taruna Forza Desa Daleman berharap “Kampung NU” ini menajdi semangat untuk meneruskan dakwah para Masyayikh NU.
“Kampung NU ini termotivasi untuk memperkuat ukhuwah nahdliyah dan ukhuwah wathoniyah.
Sebelumnya, warga pesimistis tapi Alhamdulillah sekarang warga senang karna memberikan manfaat luas bagi warga,” tutur Ketua Tanfidziyah Ranting NU Desa Daleman, Moh. Hifni kepada majalah Nusantara, Minggu (8/4).
Sebelumnya, warga pesimistis tapi Alhamdulillah sekarang warga senang karna memberikan manfaat luas bagi warga,” tutur Ketua Tanfidziyah Ranting NU Desa Daleman, Moh. Hifni kepada majalah Nusantara, Minggu (8/4).
Selain itu para pemuda bersama para tokoh desa setempat mengadakan acara rutinan bernama “lailatul ijtima’ “ yang diselenggarakan setiap malam selasa satu bulan sekali.
Acara tersebut diisi dengan pembacaan istighosah bersama, tahlil dan sholawat. Dan setelah itu di lanjutkan dengan kajian ke-NU-an dan Kebangsaan.
“Acara lailatul ijtima’ itu untuk memperkuat keimanan pemuda zaman now dalam situasi seperti saat ini, dimana pemuda banyak terjerumus dalam pergaulan bebas, narkoba dan aliran ekstrimis yang hal ini sangat mengawatirkan bagi agama dan bangsa” Tegas Moh. Hifni. (hbb)