Banyuwangi-Dalam rangka kaderisasi tingkat menengah (KTM) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Jawa Timur, DPD GMNI Jatim menutup acara di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyuwangi. Penutupan KTM tersebut , sekaligus merefleksikan kembali keharmonisan antara Soekarno dan Muhammadiyah.
Penutupan KTM berlangsung pada Kamis 12/4/2018 di Kantor PDM Kabupaten Banyuwangi sekaligus Masjid KH. Ahmad Dahlan. Setidaknya 29 peserta lulus mengikuti KTM .
Sebelumnya, KTM dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah GMNI Jatim yang merupakan salah satu agenda wajib. Banyuwangi dipilih sebagai lokasi karena letaknya yang memiliki persoalan kompleks di bidang agraria, budaya dan sosial.
Dengan tema "Matchvorming Sebagai Jalan Menegakkan Pancasila di Tahun Vivere Pericoloso" KTM berlangsung selama 14 hari sejak tanggal 31/4/2018.
Imam Besar Masjid KH. Ahmad Dahlan Ustad Herman mengatakan dirinya bersyukur karena ajaran GMNI yang berdasar Pancasila dan digali oleh Soekarno , mengingatkan kedekatan Soekarno dengan Muhammadiyah.
"Semoga kedekatan Soekarno dan Muhammadiyah selalu dijaga oleh kader GMNI" Ujar Ustad Herman.
Sementara itu , Ketua DPD GMNI Jatim M. Ageng Dendy Setyawan mengucapkan terima kasih banyak pada panitia,peserta,terutama PD Muhammadiyah Banyuwangi yang memberikan kesempatan untuk penutupan KTM.
""Diharapkan juga peserta KTM nantinya akan menerapkan ilmu yang didapat ketika kembali ke daerah masing-masing. Selain itu para peserta telah ditempatkan dirumah warga dimana satu rumah satu/dua peserta untuk menjalani keseharian sperti kehidupan warga biasanya selama 7 hari di Kab Banyuwangi. Dari situ peserta mempresentasikan analisa Sosial, Ekonomi dan Budaya untuk menjadi rekomendasi temuan dilapang kepada pemerintahan terkait" Ujar Ketua DPD GMNI.(dn/Hb/)