Pamekasan, majalahnusantara.com- Sebanyak 15 mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah mencapai keberhasilan yang membanggakan selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bulay, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. Salah satu prestasi terkemuka mereka adalah menciptakan sistem hidroponik ramah lingkungan menggunakan bahan bekas.
Ketua KKN, Syahrul Faiqun Najib, menjelaskan, "Kami merasa bangga dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Desa Bulay. Inovasi hidroponik yang kami terapkan menggunakan bahan bekas tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan."
Ratna Ani Lestari, salah satu mahasiswa yang terlibat, menambahkan, "Kami berusaha menciptakan solusi pertanian yang hemat air dan lahan. Dengan menggunakan bahan bekas, kami ingin mengedukasi masyarakat sekitar untuk memanfaatkan potensi lokal dalam mendukung pertanian modern."
Dalam proyek ini, mahasiswa KKN UTM menggunakan barang-barang bekas untuk membuat sistem hidroponik yang sederhana namun efektif. Mereka juga memberikan pelatihan kepada warga setempat tentang cara merawat tanaman secara hidroponik.
Camat dan kepala desa setempat, yang turut hadir dalam penutupan KKN, memberikan apresiasi atas dedikasi dan inovasi yang ditunjukkan oleh mahasiswa UTM. "Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain, dan semoga dapat meningkatkan kesejahteraan warga lokal," ucapnya.
Kegiatan KKN di Desa Bulay ini tidak hanya menciptakan solusi pertanian inovatif, tetapi juga memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Dengan semangat gotong-royong, mereka membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat memberikan dampak positif nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam waktu yang terbilang cukup singkat yakni 26 hari pelaksanaan KKN, akan tetapi pencapaian dan kontribusi mahasiswa UTM ini mahasiswa UTM dinilai sangat memuaskan oleh warga setempat. Mahasiswa UTM tidak hanya fokus pada inovasi hidroponik, tetapi juga melibatkan diri secara aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan desa.
Erilla Setya Kharismawanti, salah satu peserta KKN, mengungkapkan, "Kami merancang kegiatan yang beragam untuk merespons kebutuhan masyarakat. Melalui pelatihan keterampilan kami berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan."
Tidak hanya itu, Nala Inayatin dan timnya juga melibatkan anak-anak sekolah setempat dalam kegiatan edukatif. Mereka mengadakan program belajar kelompok dan media pembelajaran yang seru untuk membantu pengembangan potensi anak-anak desa.
Adinda Novita Wahyuningtiyas, salah satu penggagas program ini, mengatakan, "Kami melihat potensi besar dalam generasi muda Desa Bulay. Dengan memberikan dukungan dan edukasi, kami berharap mereka dapat memiliki peluang yang lebih baik untuk masa depan."
KKN di Desa Bulay, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang nyata. Melalui inovasi dan kepedulian, mahasiswa UTM telah membantu mengangkat potensi dan kesejahteraan Desa Bulay, meninggalkan jejak positif yang akan terus dirasakan oleh masyarakat setempat.
Mmt